Mahasiswa UGM KKN di Kaur, Bupati Titip Misi Wujudkan Daerah Bebas Sampah
Mahasiswa UGM KKN di Kaur, Bupati Titip Misi Wujudkan Daerah Bebas Sampah
BINTUHAN, Kominfo – Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos., M.AP., menyambut langsung kedatangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang akan melaksanakan pengabdian di Kabupaten Kaur. Penyambutan berlangsung di ruang kerjanya, Senin (22/6/2026).
Mahasiswa KKN-PPM UGM tersebut akan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat selama kurang lebih 50 hari di dua lokasi, yakni Desa Pasar Lama dan Kelurahan Bandar, Kecamatan Kaur Selatan.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM UGM, Dr. Ibrahim Rahmat, S.Kp., S.Pd., M.Kes., mengatakan pelaksanaan KKN di Kabupaten Kaur merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kaur dengan Universitas Gadjah Mada, sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
"KKN ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara Pemerintah Kabupaten Kaur dengan UGM. Selain itu, ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat" ujar Ibrahim.
Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya pada tahun 2025 tim yang dipimpinnya berharap dapat melaksanakan KKN di Kabupaten Kaur. Namun saat itu penempatan mahasiswa dialihkan ke Kabupaten Bengkulu Utara sehingga pihaknya harus mengikuti keputusan universitas.
"Sebenarnya tahun lalu kami berharap bisa melaksanakan KKN di Kaur, namun penempatan saat itu berada di Bengkulu Utara. Sebagai DPL tentu kami tidak bisa menolak penugasan. Tahun ini kami kembali mengajukan permohonan agar dapat melaksanakan KKN di Kabupaten Kaur" katanya.
Menurut Ibrahim, Kabupaten Kaur memiliki makna tersendiri baginya karena merupakan daerah kelahirannya. Oleh sebab itu, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui program KKN.
Mahasiswa telah berada di lokasi sejak 20 Juni 2026 untuk melaksanakan observasi awal dan pemantapan program kerja. Pada minggu pertama, mereka akan melakukan survei dan pemetaan potensi di Desa Pasar Lama dan Kelurahan Bandar guna mengetahui kebutuhan masyarakat yang dapat dijadikan fokus kegiatan selama KKN berlangsung.
"Kami akan melihat apa saja yang bisa dioptimalkan dan dikerjakan bersama masyarakat. Mahasiswa memang dibekali berbagai keilmuan, mulai dari kesehatan hingga teknologi tepat guna, namun program yang dijalankan tetap akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan" jelasnya.
Ia berharap seluruh program dapat berjalan dengan baik hingga berakhir sekitar 8 Agustus 2026. Menurutnya, waktu yang tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal agar keberadaan mahasiswa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kami berharap mahasiswa diterima seperti keluarga sendiri, seperti anak sendiri oleh masyarakat dan pemerintah daerah. Jika ada program maupun ilmu yang diterapkan selama KKN, semoga dapat ditindaklanjuti sehingga manfaatnya terus berlanjut setelah KKN selesai" tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kaur Gusril Pausi meminta agar pelaksanaan KKN tidak hanya menjadi kegiatan formalitas untuk memenuhi kewajiban akademik semata. Ia berharap kehadiran mahasiswa mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan daerah.
"Saya berharap kegiatan KKN ini bukan hanya sekadar memenuhi mata kuliah atau mencari nilai. Kehadiran adik-adik mahasiswa harus mampu memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Kaur" ujar Gusril.
Bupati juga meminta para mahasiswa untuk memasukkan isu penanganan sampah ke dalam program kerja mereka. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kaur saat ini sedang fokus mewujudkan daerah yang bersih dan bebas sampah sehingga diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi.
"Kami sedang menargetkan Kaur menjadi daerah yang bebas sampah. Karena itu saya berharap mahasiswa dapat membantu melalui edukasi, sosialisasi maupun inovasi terkait pengelolaan sampah yang bisa diterapkan di masyarakat" katanya.
Selain persoalan lingkungan, Gusril juga mendorong mahasiswa untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan sektor perikanan dan pariwisata yang menjadi potensi unggulan Kabupaten Kaur.
"Kaur memiliki potensi besar di sektor perikanan dan pariwisata. Kami berharap mahasiswa dapat membantu mengembangkan potensi tersebut melalui program-program yang kreatif dan inovatif" ungkapnya.
Kepada mahasiswa yang berasal dari disiplin ilmu kesehatan masyarakat, kedokteran, dan bidang lainnya, Bupati berharap ilmu yang dimiliki dapat diterapkan secara langsung untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Jangan sekadar datang untuk mencari nilai. Jadikan KKN ini sebagai bentuk pengabdian yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ilmu yang dimiliki harus bisa diterapkan dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah" tegasnya.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan pelaksanaan KKN-PPM UGM di Kabupaten Kaur dapat menghasilkan berbagai program yang berkelanjutan serta memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah, khususnya di Desa Pasar Lama dan Kelurahan Bandar, Kecamatan Kaur Selatan. (top)

-Photoroom.png)






Facebook Comments