Bentuk Penghormatan, Wabup Abdul Hamid Turut Antar Tokoh Pramuka ke Peristirahatan Terakhir

Keterangan Gambar : Wabup Kaur saat m3layat kerumah duka tokoh pramuka di Kabupaten Kaur


Bentuk Penghormatan, Wabup Abdul Hamid Turut Antar Tokoh Pramuka ke Peristirahatan Terakhir

Kelam Tengah, Media Center Kaur- Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.PdI, yang juga selaku Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka 0706 Kabupaten Kaur, turut mengantarkan jenazah Kak Sardin bin Mat Usir (76), tokoh Pramuka Kabupaten Kaur yang tutup usia, ke peristirahatan terakhir, Jum’at (2/1/2026) di TPU Desa Rigangan III, Kecamatan Kelam Tengah, Kehadiran Wabup tersebut merupakan bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum kepada daerah serta Gerakan Pramuka.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kaur, unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta keluarga dan kerabat almarhum. Suasana duka menyelimuti prosesi pelepasan jenazah yang dilaksanakan dengan penuh penghormatan.

Dalam keterangannya, Wabup Abdul Hamid menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya almarhum yang dikenal sebagai sosok pembina Pramuka yang berdedikasi dan konsisten dalam membina generasi muda.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kaur dan keluarga besar Gerakan Pramuka, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Almarhum Kak Sardin bin Mat Usir merupakan sosok teladan yang telah banyak berjasa dalam pembinaan Pramuka dan pembangunan karakter generasi muda di Kabupaten Kaur” ujar Wabup.

Dikatakan Wabup bahwa dedikasi dan pengabdian almarhum selama ini akan selalu dikenang serta menjadi inspirasi bagi para pembina dan anggota Pramuka di Kabupaten Kaur. Semasa hidupnya, almarhum telah menerima berbagai penghargaan kepramukaan, di antaranya Bintang Pancawarsa dari Kwartir Nasional pada tahun 1990, Lencana Dharma Bakti dari Kwartir Nasional, serta pernah mengemban amanah sebagai Ketua Harian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kaur periode 2004–2011.

Wabup menambahkan bahwa dedikasi dan pengabdian almarhum selama ini akan selalu dikenang serta menjadi inspirasi bagi para pembina dan anggota Pramuka di Kabupaten Kaur. Kecintaan almarhum terhadap Gerakan Pramuka sangat tinggi, bahkan pada pembukaan Jambore Daerah (Jamda) Kabupaten Kaur pada 13 Desember 2025 lalu, meskipun dalam kondisi sakit, almarhum tetap bersemangat untuk hadir.

“Beliau memiliki kecintaan yang luar biasa terhadap Pramuka. Dalam keadaan sakit pun, almarhum masih memaksakan diri untuk datang pada pembukaan Jamda. Ini menjadi bukti nyata betapa besar dedikasi dan komitmen beliau terhadap Gerakan Pramuka,” ujar Wabup Abdul Hamid.

Dalam kesempatan tersebut Wabup mengajak seluruh insan Pramuka Kabupaten Kaur serta seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mendoakan arwah almarhum Kak Sardin bin Mat Usir, agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan seluruh amal ibadahnya diterima.

“Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan. Kepergian Kak Sardin bin Mat Usir menjadi kehilangan besar bagi Gerakan Pramuka Kabupaten Kaur. Namun demikian, semangat pengabdian dan keteladanan almarhum diharapkan tetap hidup dan menjadi motivasi bagi generasi penerus Pramuka di daerah ini.Pengabdian beliau akan terus kami kenang dan lanjutkan” pungkasnya.

Sementara itu, perwakilan keluarga almarhum Kak Sardin, Buyung Tausi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kaur, jajaran Gerakan Pramuka, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian, dukungan, dan doa kepada almarhum hingga prosesi pemakaman selesai.

“Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wakil Bupati Kaur, jajaran Gerakan Pramuka, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan perhatian, doa, dan penghormatan terakhir kepada almarhum” ujar Buyung Tausi.

Buyung Tausi menambahkan bahwa kecintaan almarhum terhadap Gerakan Pramuka sangat besar. Bahkan sebelum tutup usia, almarhum sempat menyampaikan amanat kepada keluarga agar atribut Pramuka turut mengiringi dan menghantarkan jenazahnya.

“Sebelum meninggal dunia, almarhum sempat berpesan kepada keluarga agar ketika beliau wafat, atribut Pramuka ikut menghantarkan jenazahnya. Itu adalah bukti kecintaan dan pengabdian beliau yang sangat besar terhadap Gerakan Pramuka” ujar Buyung Tausi.

Buyung Tausi mewakili keluarga besar almarhum menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila semasa hidup almarhum terdapat kesalahan dan khilaf, mengingat luasnya pergaulan almarhum, baik sebagai penggiat Gerakan Pramuka maupun saat mengabdikan diri sebagai guru di SMP Rigangan. Keluarga juga memohon doa dari seluruh insan Pramuka dan masyarakat Kabupaten Kaur agar seluruh amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Untuk diketahui, almarhum Kak Sardin bin Mat Usir meninggal dunia pada usia 76 tahun akibat sakit yang dideritanya. Almarhum mengembuskan napas terakhir di RSUD H. Hasanuddin Damrah, Bengkulu Selatan, pada Jum’at, 2 Januari 2026, sekitar pukul 05.54 WIB. Almarhum meninggalkan seorang istri, lima orang anak, lima menantu, 11 cucu, serta satu cicit. (top)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.