LHK Sarana Prasarana Wilayah Transmigrasi Muara Sahung Diserahkan, Konektivitas Jalan Jadi Prioritas

Keterangan Gambar : Audiensi terkait LHK sarana dan prasarana wilayah transmigrasi Muara Sahung


LHK Sarana Prasarana Wilayah Transmigrasi Muara Sahung Diserahkan, Konektivitas Jalan Jadi Prioritas
 
Media Center Kaur | Laporan Hasil Kajian (LHK) terkait sarana dan prasarana wilayah transmigrasi Muara Sahung diserahkan kepada Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos., M.A.P., di ruang kerja Bupati. Acara ini dihadiri oleh Asisten I, Kepala Dinas Nakertrans, Kepala Dinas Diknas, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala BPKAD, serta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UNDIP. Rabu, (3/12/2025).
 
Penyerahan LHK ini merupakan tindak lanjut dari Program Ekspedisi Patriot yang bertujuan untuk melakukan riset dan pemetaan ekonomi di kawasan transmigrasi, dengan harapan menjadikannya pusat perekonomian baru berbasis industrialisasi, hilirisasi, dan investasi. Program ini melibatkan 7 universitas utama dan beberapa universitas lokal, dengan mengirimkan 2000 peneliti ke 154 lokasi transmigrasi di seluruh Indonesia.
 
Kawasan Transmigrasi Muara Sahung, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, menjadi salah satu fokus penelitian. TEP UNDIP, yang diketuai oleh Dr. Ing Wakhidah Kurniawati, ST, MT, telah melakukan penelitian selama tiga bulan di kawasan tersebut. Tim ini memetakan potensi dan masalah di 8 desa definitif eks transmigrasi dan 2 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar di 7 kecamatan dan 4 Seksi Kawasan Pengembangan (SKP).
 
Berdasarkan hasil pemetaan dan Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan pada tanggal 28-29 Oktober 2025, disepakati bahwa masalah utama yang perlu diprioritaskan adalah konektivitas jalan. Kondisi jalan yang sebagian besar masih berupa tanah, tanah merah, pasir, dan berbatu, serta kondisi jembatan gantung di Desa Serdang Indah yang tidak memungkinkan kendaraan roda empat melintas, menjadi perhatian utama.
 
Keterbatasan aksesibilitas ini berdampak signifikan, menyebabkan banyak warga transmigran meninggalkan kawasan. Di UPT Kedataran, banyak warga pindah ke pusat kota demi pendidikan anak-anak mereka, karena akses yang sulit membuat sekolah di sana tidak berfungsi. Masalah jalan juga berdampak pada akses kesehatan dan pemasaran hasil panen.
 
Tim peneliti menekankan bahwa konektivitas jalan adalah kunci pembangunan wilayah. Jalan yang baik akan memudahkan akses masyarakat ke berbagai layanan dan mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan transmigrasi. Pembangunan infrastruktur jalan ini memerlukan koordinasi lintas sektor antara berbagai instansi terkait.
 
Bupati Gusril Pausi menanggapi bahwa pembangunan di Kabupaten Kaur dilakukan secara merata dan tidak tebang pilih, namun mengakui adanya kendala efisiensi anggaran APBD. Beliau menyatakan komitmen untuk berusaha semaksimal mungkin dalam pembangunan Kabupaten Kaur dan meminta kolaborasi yang kuat dari semua pihak.
 
Acara diakhiri dengan pemberian cenderamata sebagai ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur atas dukungan dalam kegiatan Ekspedisi Patriot yang berlangsung dari 12 Agustus hingga 9 Desember 2025 oleh Tim 1 Ekspedisi Patriot Muara Sahung. (Mr)

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.