Gebyar Semarak Merah Putih Dimulai dari Kaur, Helmi Hasan Bawa Pesan Besar
Gebyar Semarak Merah Putih Dimulai dari Kaur, Helmi Hasan Bawa Pesan Besar
BINTUHAN, Kominfo– Kabupaten Kaur menjadi daerah pertama di Provinsi Bengkulu yang dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Gebyar Semarak Merah Putih. Kegiatan yang digelar selama 10 hari tersebut resmi dibuka Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, SE pada Kamis (21/8/2026).
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos , MAP, Wakil Bupati Abdul Hamid, S.PdI, jajaran Forkopimda Kabupaten Kaur, kepala OPD, camat, kepala desa, pelaku UMKM, komunitas seni serta masyarakat.
Gebyar Semarak Merah Putih menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi wadah untuk mempromosikan potensi budaya, pariwisata dan UMKM Kabupaten Kaur.
Masyarakat Kaur juga dihibur dengan penampilan artis ibu kota Novia Bachmid, jebolan ajang Indonesian Idol, yang turut memeriahkan rangkaian kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Kaur Gusril Pausi menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada Gubernur Bengkulu yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Kaur sebagai daerah pertama pelaksanaan Gebyar Semarak Merah Putih.
“Melaksanakan Semarak Merah Putih di Kabupaten Kaur adalah yang pertama. Artinya, ini sebuah kepercayaan dari Bapak Gubernur Provinsi Bengkulu terhadap Pemerintah Kabupaten Kaur dan masyarakat Kabupaten Kaur. Saya ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya” ujar Gusril.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur Bengkulu beserta jajaran apabila dalam pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan maupun hal-hal yang kurang berkenan.
Menurut Gusril, kegiatan tersebut memiliki manfaat besar bagi daerah karena tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengangkat potensi lokal.
“Tujuan ini adalah untuk mengangkat promosi budaya, mengangkat UMKM Kabupaten Kaur khususnya, mengangkat wisata, dan supaya ekonomi berputar di Kabupaten Kaur” katanya.
Gusril berharap seluruh masyarakat Kaur mendukung program-program Pemerintah Provinsi Bengkulu. Ia juga mengapresiasi sejumlah program pembangunan yang telah dilakukan Gubernur Helmi Hasan, termasuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Gusril turut menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat Kabupaten Kaur kepada Gubernur Bengkulu, khususnya mengenai kondisi jalan provinsi.
Ia meminta perhatian terhadap ruas jalan menuju Muara Sahung yang dinilai masih memprihatinkan. Selain kondisi jalan, Gusril juga menyoroti semak dan rumput di sepanjang ruas jalan.
“Kami sudah berupaya, Pak Gubernur, tebas semak ini kami lakukan, saya perintahkan camat dan kepala desa. Namun apa daya, tangan tak sampai, karena jalan ini cukup panjang” ujarnya.
Selain Muara Sahung, ia juga menyampaikan kondisi jalan menuju Kinal serta ruas Tanjung Kemuning–Padang Guci, khususnya kawasan Senuling.
Menurut Gusril, persoalan tersebut disampaikan sebagai amanah dari masyarakat Kabupaten Kaur kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Ia juga berharap program dana bagi hasil dapat memberikan perhatian lebih kepada Kabupaten Kaur sehingga pemerintah daerah dapat mempercepat pembangunan meski menghadapi keterbatasan anggaran.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menjelaskan Gebyar Semarak Merah Putih di Kabupaten Kaur digelar selama 10 hari dengan anggaran sekitar Rp500 juta.
Ia mengatakan anggaran tersebut bersumber dari hadiah Rp6 miliar yang diterima Pemerintah Provinsi Bengkulu setelah berhasil memenangkan dua dari tiga kategori lomba yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri bagi pemerintah daerah se-Sumatera.
Tiga kategori yang diperlombakan yakni inovasi keuangan, pengendalian inflasi terbaik dan pengendalian kemiskinan terbaik.
“Alhamdulillah Provinsi Bengkulu memenangkan dua nominasi dari tiga lomba yang ada. Dan bukan hanya mendapatkan penghargaan berupa sertifikat, tetapi diberikan hadiah langsung sebesar Rp6 miliar” kata Helmi.
Menurut Helmi, hadiah tersebut tidak hanya digunakan untuk kepentingan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Sebagian dana dikembalikan kepada masyarakat melalui kegiatan yang dilaksanakan di kabupaten dan kota.
“Pemerintah provinsi tidak bisa berdiri sendiri. Pemerintah provinsi itu ada di Kabupaten Kaur, ada di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu” ujarnya.
Helmi mengatakan selama ini Provinsi Bengkulu memiliki kegiatan besar yang rutin digelar setiap tahun, yakni Tabot. Namun, kegiatan tersebut selama ini terpusat di Kota Bengkulu.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai mendorong kegiatan berskala provinsi agar dilaksanakan secara bergiliran di kabupaten dan kota.
“Provinsi bukan hanya Kota Bengkulu. Kabupaten Kaur juga adalah Provinsi Bengkulu. Sehingga kegiatan selevel provinsi tidak boleh hanya ada di kota saja, tetapi juga harus ada di Kabupaten Kaur” tegasnya.
Selama 10 hari, Gebyar Semarak Merah Putih amenghadirkan artis nasional, artis daerah serta penampilan sanggar seni dari Kabupaten Kaur.
Helmi menyebut kegiatan tersebut menjadi panggung bagi putra-putri Kaur untuk menampilkan kreativitas, sementara pelaku UMKM mendapatkan ruang untuk memasarkan produk mereka.
“10 hari ini menjadi ajang bagi putra-putri terbaik Kabupaten Kaur untuk menampilkan karyanya, menampilkan kreativitasnya, dan UMKM juga bisa menyajikan dagangan-dagangannya” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu mempererat hubungan masyarakat, meningkatkan kekompakan, menggerakkan perekonomian serta mendukung pengendalian inflasi dan pengentasan kemiskinan.
Menanggapi aspirasi Bupati Kaur, Helmi memastikan perbaikan jalan provinsi di Kabupaten Kaur tetap menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Ia menyebut program Jalan Mulus merupakan salah satu program prioritas karena menjadi kebutuhan masyarakat.
“Di tahun pertama Kabupaten Kaur sudah menikmati sebagian ruas jalan yang dulu hancur, sekarang sudah mulus. Di tahun ini tetap Kabupaten Kaur, jalan provinsi yang rusak akan diperbaiki” tegasnya.
Namun, Helmi menjelaskan perbaikan jalan tidak dapat dilakukan sekaligus karena pembangunan harus dibagi secara proporsional kepada 10 kabupaten/kota.
Pada tahun pertama, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menganggarkan sekitar Rp625 miliar untuk perbaikan jalan provinsi. Anggaran tersebut akan terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.
Sementara kebutuhan untuk memperbaiki seluruh jalan provinsi yang rusak diperkirakan mencapai sekitar Rp2,5 triliun.
“Kita hitung selama empat tahun ke depan insyaallah jalan provinsi yang rusak akan diperbaiki 100 persen” ungkap Helmi.
Helmi juga mengajak seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Kaur untuk menjaga persatuan dan kekompakan.
“Jangan mudah terpecah belah, terkhusus bagi Forkopimda Kabupaten Kaur. Terus tingkatkan persatuan dan kesatuan. Soal perbedaan-perbedaan itu bukan kemudian alasan kita tidak bisa saling membantu, saling mendoakan, saling bekerja sama” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Helmi juga menyampaikan komitmen kepedulian terhadap anak yatim di Kabupaten Kaur.
Ia mengatakan, apabila terdapat anak yatim yang kehilangan ayah dan masih berstatus pelajar SMP, gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu bersedia mengangkatnya sebagai anak angkat. Sementara anak yatim yang masih SMP ke bawah akan mendapat perhatian dari Bupati Kaur bersama jajaran.
“Kalau ada di Kabupaten Kaur anak yatim yang ayah tercintanya meninggal dunia, SMP dia, maka gubernur dan jajarannya bersedia untuk mengangkatnya sebagai anak angkat. Kalau dia SMP ke bawah, maka bupati dan jajarannya akan mengangkat anak-anak yatim Kabupaten Kaur sebagai anak angkatnya” ujarnya.
Helmi menegaskan perhatian terhadap anak yatim merupakan bagian penting dalam mewujudkan daerah yang damai, sejahtera dan diberkahi.
Helmi juga mengingatkan masyarakat Kabupaten Kaur agar memanfaatkan layanan BPJS gratis yang pembiayaannya ditanggung melalui APBD Provinsi Bengkulu dan APBD Kabupaten Kaur.
“Kalau ada warga Kaur yang sakit ingin berobat, yang ingin melahirkan kemudian tidak punya uang, gunakan BPJS gratis yang sudah dibayar APBD provinsi dan APBD Kaur” katanya.
Ia meminta masyarakat yang mengalami kendala pelayanan agar segera menghubungi pemerintah desa, lurah, camat maupun Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Dengan berlangsungnya Gebyar Semarak Merah Putih selama 10 hari, Kabupaten Kaur tidak hanya menjadi pusat hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang promosi budaya, pariwisata dan UMKM.
Kehadiran artis ibu kota Novia Bachmid serta berbagai penampilan seni dan hiburan lainnya diharapkan semakin memeriahkan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat Kabupaten Kaur. (top)

-Photoroom.png)






Facebook Comments