Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur Adakan Seminar Online Untuk Mencapai Zero Stunting Tahun 2024

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur Sampaikan Materi Dalam Seminar Online Tentang Deteksi Dini Stunting


MEDIA CENTER KAUR - Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur melalui Dinas Kesehatan yang bekerja sama dengan Leading Sector mengadakan Seminar Online dengan tema " Deteksi Dini Masalah Gizi dan Penggunaan Pangan Olahan Untuk Indikasi Medis Khusus untuk Penguatan Intervensi Spesifik dalam Program Upaya Kesehatan Perorangan Untuk Mencapai Target Zero Stunting Pada Tahun 2024".

Kegiatan Seminar Online ini dilakukan di Ruang Staf Ahli Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Kaur Lantai 3 Pada Selasa (6/9/2022) dan diikuti oleh seluruh Kepala Puskesmas (Kapus) se - Kabupaten Kaur secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting. Acara ini dibuka langsung Oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur Darmawansyah, S. IP, M.M yang juga selaku narasumber 1, dan Dr. dr. Nur Aisiyah Widjaja, Sp. A (K) dari Univ. Surabaya selaku narasumber 2. Sementara yang bertindak sebagai moderator dalam kegiatan ini Eni Suryani, A. Md, Keb. Staf Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur.

Pada kesempatan ini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur menyampaikan betapa pentingnya menjaga kesehatan, terutama dalam upaya melakukan deteksi dini terhadap ibu dan calon bayi, ibu dan anak dalam hal penggunaan pangan olahan serta pemberian asupan gizi terutama kepada anak usia dibawah 5 tahun.

"Dengan mengikuti Seminar ini diharapkan agar seluruh Kapus di Kabupaten Kaur dapat melakukan sosialisasi serta memberikan edukasi tentang perlunya pemberian makanan yang bergizi kepada anak-anak dibawah usia 5 tahun dan juga cara pengolahan pangan yang sehat kepada masyarakat di Kecamatannya masing-masing," kata Darmawansyah saat membuka acara Seminar tersebut.

Selanjutnya beliau menjelaskan pertumbuhan anak diusia 5 tahun ke bawah sangat rentan terjadinya gagal tumbuh atau sering dikenal dengan nama stunting, hal tersebut dikarenakan kurangnya asupan gizi serta penggunaan pangan yang tidak sehat kepada anak dari mulai lahir hingga usia 2 tahun.

Sementara itu Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik FK dari Universitas Surabaya menerangkan bahwa deteksi dini stunting dilakukan dari awal kehamilan sampai anak berusia dua tahun (periode 1000 Hari Pertama Kehidupan) merupakan periode kritis terjadinya gangguan pertumbuhan, termasuk perawakan pendek.

"Pada periode seribu hari pertama kehidupan ini, sangat penting untuk dilakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara berkala dan tentu saja pemenuhan kebutuhan dasar anak yaitu nutrisi, kasih sayang, dan stimulasi," kata Nur Aisiyah

Dia juga menjelaskan faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak misalnya disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik. Faktor lingkungan yang berperan dalam menyebabkan stunting antara lain status gizi ibu, pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan, dan angka kejadian infeksi pada anak. Faktor iingkungan merupakan aspek penting yang masih dapat diintervensi sehingga stunting dapat diatasi.

Selain disebabkan oleh lingkungan, stunting juga dapat disebabkan oleh faktor genetik dan hormonal. Akan tetapi, sebagian besar stunting disebabkan oleh malnutrisi. Lanjut dr. Nur Aisiyah.

Diakhir pemaparan materi dr. Nur Aisiyah Widjaja memberikan tips yang harus dilakukan Oleh Orang Tua untuk mengatasi masalah stunting ini yakni dimulai dari masa kehamilan. Bagi ibu hamil, upaya yang dapat dilakukan yaitu melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur, menghindari asap rokok dan memenuhi nutrisi yang baik selama masa kehamilan antara lain dengan menu sehat seimbang, asupan zat besi, asam folat, yodium yang cukup.

Melakukan kunjungan secara teratur ke dokter atau pusat pelayanan kesehatan ( Puskesmas) terdekat untuk  memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, misal
setiap bulan ketika anak anda berusia 0 sampai 12 bulan
setiap 3 bulan ketika anak anda berusia 1 sampai 3 tahun
setiap 6 bulan ketika anak anda berusia 3 sampai 6 tahun
setiap tahun ketika anak anda berusia 6 sampai 18 tahun.
 
Memberikan ASI ( Air Susu Ibu ) eksklusif sampai anak anda berusia 6 bulan dan pemberian MPASI yang memadai serta mengikuti program imunisasi dasar dan tambahan, katanya.

Sebagai penutup Eni Suryani menhucapkan terima kasih kepada narasumber yang telah memaparkan semua materi dan memberikan informasi serta pengetahuan terkait dengan tema yang diangkat dalam Seminar ini.

" Bapak dan ibu narasumber, saya ucapkan terima kasih atas penjelasannya. Semoga seluruh peserta dalam Seminar ini dapat memahami dan marilah kita bersama  lebih giat lagi untuk melakukan aksi pencegahan stunting yang salah satunya bisa kita lakukan dengan penggunaan, pangolahan pangan yang baik dan benar, sehingga terwujudlah Kabupaten Kaur Zero Stunting," tutup Eni. (MC-bn)
 

Facebook Comments

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.