Benahi Data Kemiskinan, Pemda Kabupaten Kaur Dan UMB Lakukan MoU
Benahi Data Kemiskinan, Pemda Kabupaten Kaur Dan UMB Lakukan MoU
MEDIA CENTER KAUR - Menindak lanjuti permasalahan data kemiskinan di Kabupaten Kaur, yang dari tahun ke tahun masih menunjukan Kabupaten Kaur masuk dalam urutan kedua kabupaten yang memiliki angka kemiskinan tertinggi di Provinsi Bengkulu. Oleh karena itu dengan adanya masalah tersebut Pemerintah daerah kabupaten Kaur melakukan Memorandum of Understanding ( MoU ) atau melakukan perjanjian kerja sama dengan pihak Universitas Muhammadiyah Bengkulu ( UMB ).
Dalam MoU tersebut dihadiri langsung oleh Plt Bupati Kaur Herlian Muchrim, S.T yang didampingi Sekretaris Daerah Dr. Ersan Syahfiri, M.M, Asisten I Drs. Sinarrudin, Asisten III Ir. H. Herwan, M.SI, Kepala Dinas Kominfo M. Jarnawi, M. Pd. Turut hadir dalam acara tersebut Kadis Sosial, Kadis Kesehatan, Kadis PMD, Kadis Dikbud dan Kepala Bappeda- Litbang.
Sementara dari pihak UMB dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kerja sama Internasionalisasi Sistem Informasi dan PMB Dr. Onsardi, M.M, Wakil Dekan 2 Fakultas Ilmu Kesehatan Dr. Emi Kosvianti, M. Ph, Kabag Kerja Sama dan Ketua Tim Maching Fun 2023 UMB serta sejumlah Mahasiswa UMB. Bertempat di Aula lantai III Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Kaur, Senin ( 31/7/2023 ).
Pada kesempatan tersebut Plt Bupati Kaur sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah melakukan hal atau langkah yang sangat baik untuk membenahi data kemiskinan yang ada di kabupaten Kaur.
" Saya menyambut baik kegiatan ini, dan dalam hal ini juga saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan untuk menurunkan angka kemiskinan di kabupaten Kaur ini, Saya berharap dengan adanya MoU ini nanti semua Dinas atau OPD terkait dapat berkolaborasi dengan pihak UMB dalam menghasilkan data kemiskinan yang valid," ujar Herlian.
Beliau menambahkan, mungkin selama ini pendataan yang dilakukan kurang tepat. Sehingga data kemiskinan yang diterima oleh pusat dari tahun ke tahun tidak ada perubahan. Padahal secara kasat mata sebagian besar penduduk di kabupaten Kaur tidak lagi tergolong dalam kategori kemiskinan ekstrim.
Untuk memastikan hal tersebut saya minta kepada OPD dan Pemerintahan Desa yang ada di Kabupaten Kaur supaya turun dan mengecek langsung kondisi setiap warganya yang ada dilapangan. Dia berharap dengan adanya MoU ini, data yang ada segera dibenahi atau diperbaiki agar lebih valid sehingga di tahun 2024 mendatang angka kemiskinan di kabupaten Kaur menurun," imbuhnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kaur menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu ide dan gagasan pemerintah daerah melalui Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian kabupaten Kaur untuk membenahi data yang ada, sekaligus membatu mempermudah menghimpun dan penginputan data melalui aplikasi yang dimiliki oleh pihak UMB terutama data kemiskinan yang ada di Kabupaten Kaur.
" Dengan adanya MoU ini kita sudah dapat menggunakan aplikasi Seijean, yang mana aplikasi tersebut dapat kita download di HP Anroid masing- masing. Dengan demikian dapat diketahui indikator - indikator apakah orang tersebut masuk dalam kreteria miskin atau tidak. Sehingga data yang dihasilkan akan menjadi valid dan lebih terintegritas," ujar Jarnawi.
Terkait dengan kegiatan tersebut Wakil Rektor Bidang Kerja sama Internasionalisasi Sistem Informasi dan PMB Universitas Muhammadiyah Bengkulu menjelaskan beberapa hal penting yang termasuk didalam perjanjian kerja sama antara Pemda Kabupaten Kaur dengan Pihak UMB.
" MoU kita pada hari mencakup tiga hal pertama pendidikan dan pengajaran, penelitian dan ketiga adalah pengabdian kepada masyarakat," ujar Onsardi.
Lebih lanjut Onsardi menjelaskan ketiga hal tersebut yang akan kita kolaborasikan dengan pemerintah daerah kabupaten Kaur bagaimana perguruan tinggi kita ini bisa memberikan kontribusi terhadap daerahnya. Kemudian dari ketiga hal tersebut, ada dua hal yang dapat kita implementasikan yakni penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Kedua hal tersebut telah dilakukan koordinasi dan telah mendapatkan bantuan dari Kementerian Pendidikan Riset dan Teknilogi dalam program Maching Fun. Dalam program tersebut ada sebuah Sistem yang telah kita sederhanakan atau sistem yang lebih simple dengan membuat Aplikasi yang membawa semboyan daerah lokal ( Kaur ), yakni Aplikasi Seijean.
Beliau menjelaskan Aplikasi Seijean ini dapat juga dimaknai gotong royong, yang kaitannya bagaimana kemiskinan di kabupaten Kaur ini dapat di entaskan dalam sebuh aplikasi kecil yang bisa diakses secara langsung oleh masyarakat. Namun ada hal yang lebih penting dalam aplikasi ini yakni membangun kepercayaan publik, dimana kepercayaan publik tersebut akan tergambar ketika informasi kemiskinan disetiap daerah atau disetiap desa ini bisa diakses.
Jadi setiap masyarakat itu dapat melihat di setiap desanya itu berapa orang yang miskin tanpa menyebutkan nama orang tersebut. Uniknya lagi dalam aplikasi ini nanti masyarakat bisa memberikan komentar didalam kolom komentar yang tersedia misalnya, orang tersebut betul - betul layak dikategorikan sebagai masyarakat miskin dan juga sebaliknya orang tersebut tarap hidup atau perekonomian orang sudah meningkat sehingga tidak layak dikategorikan menjadi masyarakat miskin lagi. Inilah yang kita harapkan dalam penerapan Apliksi ini nantinya," jelas Onsardi.( bn )

-Photoroom.png)






Facebook Comments